aku
>> Friday, 11 July 2008
pagi ini aku melihatmu termenung
silau di belaian matahari
aku melihatmu merenung
terlelap dalam dingin sepoi sepoi
angin yang berjatuhan terjaring daunan pagi
barusan aku titipkan
ke biru langit
buat mengecupmu
hangat di kening
ada aku disana
melihatmu tersenyum
memandangmu di kejauhan
merasakan kerinduanmu buat jiwaku
aku adalah suram dalam cahayamu
tapi pelita di kebutaanmu
aku adalah embun
yang menyentuhmu lembut saat pagi habis hujan
aku aroma rumput yang menyelimutimu di tiap derainya
aku melihatmu menapak
dan jejak jejakmu berbekas lembut di lumpur pagi
di kota mungil tempat jiwamu menemukanku
saat kau merasakanku di setiap sudut kota
di sini cuma angin yang membawa sisa sisa nafasku
cuma kosong saat hadirku kian tak tergantikan
dan masa adalah ruang yang menarikmu dari kehampaan
dekati perih dan sakit saat waktu tak bisa kembali
cuman hati yang kian bisu
kerinduanmu yang kelelahan
air mata yang terbuai senyuman
lambat laun tak kian pudar
kenapa harus menantiku
aku sudah tidak kembali..
yang ditinggal di relung kosong
di dalam engkau
cuma kenangan....
cuma lembaran usang dibekukan waktu
sekotak hati yang kuberikan buat mu
tidak seindah batu keemasan yang selalu kau puja
tapi jauh lebih indah dari lukisan Tuhan yang dibingkai cakrawala
tidak selembut helaian sutra yang kau puja
tapi cukup lembut menyentuh hati dan jiwa ragamu
tidak sekuat baja ditempa panas dan hujan bertahun tahun
namun cukup kuat mengisi tiap jengkal yang tersisa di sudut jiwamu
saat kau jatuh
saat kau tertawa
dan saat kau terlupa..
dan saat kau sendirian..
dan aku sudah terbang jauh bahkan di mimpimu
ingin segera lepas dari untaian benang merahmu
dari genggamanmu
dari masa lalumu
cita citamu
dan hidupmu..
0 comments:
Post a Comment